setir mobil

Pengalaman Belajar Setir Mobil

setir mobil
sumber: kaskus.co.id

Gas, rem, gas, rem, jangan lupa kopling. Itu yang selalu berputar-putar di kepala saya ketika belajar mengemudikan mobil. Belajar setir mobil ini sangat penting bagi saya mengingat mobil adalah satu-satunya yang ada di rumah saya. Kalo motor ada banyak sih, tapi punya anak-anak kos.

 

Belajar Setir dengan Orang Tua

Pertama kali saya belajar mobil itu dengan bapak saya. Mobil yang digunakan adalah Panther Grand Royale warna merah dan tempat yang digunakan untuk belajar di Undip.

Belajar di Undip

undip
Undip (sumber: xkuliah.com)

Pertama kali saya mencoba mengemudikan mobil adalah di Kampus Undip pada hari Minggu. Saya bersama bapak saya menuju Undip pagi-pagi sekali agar bisa leluasa mengemudikan mobil karena jika agak siang di Undip pada hari Minggu akan banyak orang melakukan aktivitas olahraga.

Belajar Jalan di Gigi 1 dan 2

Persneling Mobil (sumber: mobil.sportku.com)
Persneling Mobil (sumber: mobil.sportku.com)

Saat pertama kali belajar di Undip ini saya hanya berjalan di gigi 1 dan 2, itu pun masih sering mati mesin karena selalu lupa menginjak kopling saat mengerem. Sekalinya mencoba pindah ke gigi 3 saat jalan menurun saya langsung kaget karena mobil langsung meluncur.

Awas Ada Bus

bus
Ilustrasi Bus (sumber: cahbrogo.net)

Saat sedang belajar berjalan masih di gigi 2 tiba-tiba ada sebuah bus keluar dari pertigaan. Saya pun secara reflek langsung menginjak gas dan lagi-lagi saya lupa menginjak kopling. Alhasil mesin mobil pun mati. Padahal sebenarnya jarak antara mobil dengan bus masih jauh.

 

Belajar di Tempat Kursus Setir Mobil

Entah kenapa saat itu semangat saya untuk belajar setir mobil menghilang. Akhirnya orang tua saya pun mendaftarkan saya ke tempat kursus setir mobil. Tempat kursusnya berada di dekat rumah dan menyatu dengan tempat cuci mobil.

Kalo nggak salah, dulu saya ambil paket yang 5 hari. Biaya paket 5 hari itu sebesar RP250.000. Satu kali pertemuan durasinya adalah 1 jam. Katanya jika masih belum mantap bisa tambah hari lagi dengan biaya satu kali pertemuan sebesar RP50.000 sampai benar-benar bisa.

Belajar di Undip

Sama seperti belajar dengan orang tua saya. Di hari pertama kursus, saya belajar setir di Undip. Bedanya jika saat dengan orang tua saya jalan yang digunakan adalah jalan yang umum dilalui orang-orang di Undip sedangkan saat kursus setir mobil ini tempatnya di bagian belakang dari Kampus Undip dan jauh lebih sepi dari jalan umum.

Saya diajari cara menyalakan mobil, memasukkan gigi, lalu melepas kopling dengan perlahan-lahan agar mesin tidak mati. Dilatih juga cara menginjak gas secara perlahan-lahan agar mobil tidak langsung melaju dengan cepat.

Mobil yang digunakan di tempat kursus ini adalah Mobil Ertiga dengan tambahan pedal rem dan kopling di bagian penumpang yang digunakan untuk mengambil alih kontrol mobil dari orang yang belajar setir mobil. Jadi hal yang tidak diinginkan bisa diminimalisir jika si pengemudi yang masih belajar kehilangan kontrol.

Hari Kedua Masih Belajar di Undip

Di hari kedua, saya masih belajar setir di Undip. Hal yang dipelajari seingat saya masih sama dengan hari pertama. Hari kedua ini hanya untuk memantapkan apa saja yang saya pelajari di hari pertama. Bedanya di hari kedua ini saya disuruh membawa mobil ini sampai ke rumah melewati gang belakang rumah saya.

Langsung di Jalan Raya

Saya agak kaget di hari ketiga dan keempat saya diajari untuk mengemudikan mobil di jalan raya karena di 2 pertemuan sebelumnya saya belum menguasai materi dengan baik. Saya disuruh membawa Mobil Ertiga tersebut ke Jalan Sigar Bencah yang menurun.

Sigar Bencah
Sigar Bencah (sumber: hariansemarangbanget.blogspot.com)

Awas Ada Sapi

Saat sedang nyaman menginjak gas, ada sapi yang berhenti di tengah jalan. Sama seperti saat bertemu bus di Undip, saya reflek langsung menginjak rem tanpa menginjak kopling. Alhasil mesin mobil pun mati.

sapi
Ilustrasi Sapi (sumber: hewanqurban2015.com)

Setelah berhasil menghidupkan kembali mesin mobil, saya disuruh untuk mengisi bensin di pom bensin yang dilewati. Saat mengantri di pom bensin karena belum mahir jalan perlahan-lahan mesin mobil pun mati kembali. Hal seperti ini yang sering saya temui saat belajar mobil.

Saat sudah mau sampai di tempat kursus mobil dan ingin menyebrang jalan tiba-tiba mesin mobil mati lagi karena saya menginjak kopling kurang dalam. Truk di belakang mobil yang saya kemudikan pun mengebel berkali-kali karena saya berhenti di tengah jalan terlalu lama.

Kembali ke Undip Lagi

Hari terakhir kursus mobil, saya kembali dibawa ke Undip. Di hari itu saya diajari bagaimana cara berhenti di tanjakan dengan setengah kopling dan parkir mundur.

 

Berlatih Kembali dengan Mobil Panther

Karena saya merasa kurang mantap setelah selesai belajar di kursus setir mobil, saya kembali berlatih mengemudikan Mobil Panther didampingi oleh bapak saya. Kendala yang dirasakan hanyalah perbedaan dari kedalaman kopling dan rem yang harus diinjak. Jadi saya harus menyesuaikan kembali.

panther grand royale
Panther Grand Royale (sumber: kaskus.co.id)

Karena belum terbiasa mengemudikan Mobil Panther ini, jadi saya kembali berlatih di Undip. Di Undip ini saya berlatih berhenti di tanjakan lalu jalan kembali dan itu saya lakukan berkali-kali sampai terbiasa. Selain berhenti di tanjakan, saya juga berlatih untuk membiasakan parkir mundur dan ganti gigi di belokan.

 

Mencoba Mobil Avanza

Sebelum liburan ke Malang, saya mencoba untuk mengemudikan Mobil Avanza karena mobil ini yang selalu digunakan untuk keluar kota. Sama seperti saat pemantapan menggunakan Mobil Panther, saya berlatih berhenti di tanjakan dan ganti gigi di belokan. Jika sebelumnya saya berlatih di Mobil Panther tanpa menggunakan alas kaki, di Mobil Avanza ini saya berlatih menggunakan sepatu.

1 thought on “Pengalaman Belajar Setir Mobil

  1. Kalo nyetir memang masalah kebiasaan ya. Udah kursus terus nggak latihan lagi, pasti kaku lagi deh nyetir mobilnya 😀

Leave a Comment