Pengertian, Jenis dan Proses Terjadinya Hujan

Pengertian, Jenis, Bentuk dan Proses Terjadinya Hujan – Jika hujan biasanya kita akan berteduh di dalam rumah atau apabila sedang tidak di rumah maka kita akan secara naluri mencari tempat yang teduh. Hujan yang kita kenal selama ini ternyata tidak terjadi begitu saja. Ada tahap-tahap proses dalam terjadinya hujan.

Hujan pun juga memiliki berbagai jenis dan bentuk yang terjadi karena perbedaan proses terbentuknya hujan itu sendiri. Di sini kita akan membahas secara tuntas tentang hujan itu sendiri.

 

Pengertian Hujan

sumber: zhaafira.com

Hujan adalah peristiwa turunnya butir-butir air dari langit ke permukaan bumi. Hujan merupakan siklus air di bumi. Dibutuhkan adanya lapisan atmofer yang tebal agar dapat menemui suhu di atas titik leleh es di atas dan dekat permukaan bumi.

Hujan merupakan proses kondensasi uap air di atmosfer menjadi butiran-butiran air yang cukup berat untuk jatuh dan sampai tiba di daratan. Proses kondensasi adalah perubahan wujud benda menjadi wujud yang lebih padat. Dua proses yang mungkin terjadi secara bersamaan bisa mendorong udara menjadi semakin jenuh saat menjelang hujan, yaitu pendinginan udara atau penambahan uap air ke udara. Butir-butir hujan memiliki ukuran yang berbeda-beda, mulai dari yang besar hingga kecil.

 

Proses Terjadinya Hujan

Hujan yang kita lihat selama ini tidak begitu saja jatuh dari langit. Ada proses panjang sebelum air dari awan tersebut turun ke bumi. Ini dia proses terjadinya sebuah hujan.

1. Air Menguap karena Panas Matahari

air menguap pada proses terjadinya hujan
sumber: mentaria56.blogspot.com

Panas matahari yang sampai ke bumi membuat air yang berasal dari danau, sungai dan laut menguap ke udara. Selain dari sumber-sumber mata air tadi, air yang menguap ke udara juga bisa berasal dari tubuh manusia, hewan, tumbuhan dan benda-benda yang mengandung air

2. Uap Air Menjadi Padat Karena Suhu Tinggi

Suhu udara yang tinggi akibat panas matahari membuat uap air mengalami proses pemadatan (kondensasi) dan menjadi sebuah embun. Embun yang berkumpul dan bertambah semakin banyak akan membentuk awan.

3. Dengan Bantuan Angin, Awan Kecil Menjadi Awan Besar

bantuan angin pada proses terbentuknya hujan
sumber: platechno.com

Adanya angin di udara menyebabkan awan-awan bergerak ke tempat lain. Pergerakan dari angin memberikan pengaruh yang besar terhadap pergerakan awan dan membuat awan kecil menyatu membentuk awan besar. Awan tersebut bergerak ke tempat yang bersuhu lebih rendah dan semakin banyak butiran awan yang terkumpul di awan akan merubah warnanya menjadi semakin gelap.

4. Hujan Turun

Setelah warna awan berubah menjadi semakin gelap, titik-titik air akan menjadi semakin berat dan tidak terbendung lagi sehingga akan membuat butiran-butiran air jatuh ke bumi. Butiran-butiran yang jatuh ke bumi tadi disebut dengan hujan

 

Gambar dan Video Proses Terjadinya Hujan

proses terjadinya hujan
sumber: kenalsains.blogspot.com

Dari gambar di atas dapat disimpulkan proses terjadinya hujan secara singkat, yaitu:
1. Panas matahari membuat air yang ada di bumi menguap
2. Dari uap tersebut terbentuklah awan
3. Hembusan angin membuat awan kecil berkumpul dan menjadi besar
4. Terjadilah hujan

Inilah video proses terjadinya hujan

 

Jenis-Jenis Hujan

1. Hujan Frontal

Hujan ini berawal dari udara yang hangat menjadi lebih ringan dan posisinya cenderung lebih di atas udara yang suhunya lebih dingin. Setelah itu udara dingin aka mengangkat udara yang lebih hangat suhunya dan udara yang lebih hangat tersebut akan mengembang dan mendingin.

Dalam proses pendinginan tadi akan terbentuk titik-titik air yang disebut dengan awan. Saat titik-titik air itu mengendap dan tak terbendung lagi maka akan jatuh dalam bentuk hujan frontal.

2. Hujan Konveksi

Hujan ini terjadi pada siang hari ketika suhu udara sedang memuncak. Terjadinya pemanasan yang tinggi pada siang hari mengakibatkan udara mengalami penguapan dan mengembang bersama uap-uap air kemudian naik ke atas dengan sangat cepat. Uap air yang naik ke atas tadi akan mengalami sebuah pendingin dan akan berubah menjadi titik-titik air. Titik-titik air tadi mengembun dan turun dalam bentuk hujan konveksi.

Hujan konveksi turun sebanyak dua kali dalam setahun. Biasanya sangat lebih dan berlangsung hanya sebentar. Terjajdi di daerah yang sempit dan beriklim tropis.

3. Hujan Orografis

Hujan orografis biasanya terjadi di wilayah yang tinggi seperti gunung. Terjadi karena udara yang mengandung uap air dipaksa untuk mendaki gunung oleh angin. Udara akan mengalami pendinginan kemudian mengalami pengembunan dan berubah menjadi titik-titik air yang membentuk awan.

Titik-titik air mulai mengendap dan menyebabkan hujan yang terjadi pada lereng gunung.

4. Hujan Buatan

jenis-jenis hujan - hujan buatan
sumber: beritadaerah.co.id

Tahukan anda bahwa hujan hujan bisa dibuat? Hujan buatan dapat terjadi dengan cara menaburkan bahan kimia berupa Argentium Lodida atau bahan pendingin lainnya ke dalam awan dengan tujuan mempercepat proses pembentukan awan.

Bentuk-Bentuk Hujan

Hujan yang jatuh ke bumi dapat berupa berbagai bentuk. Di antaranya adalah

1. Hujan Es

bentuk hujan es
sumber: metoffice.gov.uk

Hujan es merupakan hujan yang turun ke bumi dalam bentuk butiran-butiran es. Hujan ini juga sering disebut dengan hujan batu. Hujan es dapat terjadi karena arus udara banyak mengandung uap air dan bergerak secara vertikal, mencapai udara yang paling tinggi sehingga suhu udara akan turun menjadi 0 derajat celcius.

Proses tersebut mengakibatkan uap air yang ada di udara berubah menjadi kristal-kristal es dan jatuh ke bumi dalam bentuk hujan es. Hujan es biasanya sering diiringi dengan hujan yang sangat deras dan terjadi pada siang hari.

2. Hujan Rintik-Rintik

Hujan ini menghasilkan butiran-butiran air yang tidak terlalu tebal dari langit. Biasanya hujan rintik-rintik hanya terjadi pada awan yang memiliki lapisan rendah yang dengan dengan permukaan bumi.

3. Hujan Asam

bentuk bentuk hujan - hujan asam
sumber: sinaranugrahputih.com

Hujan asam disebabkan oleh pencemaran udara dari asap udara atau efek rumah kaca yang menimbulkan endapan hujan asam yang sangat tinggi sehingga menyebabkan kerusakan terhadap lingkungan. Kandungan oksida sulfur dan oksida nitrogen di udara yang dihasilkan dari asap pabrik atau industri akan mengalami perubahan kimia dan akan jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan asam dalam bentuk air, kabut maupun salju.

Hujan asam dapat menyebabkan berbagai kerusakan, antara lain

  • Menggangu alat pernafasan makhluk hidup
  • Menimbulkan bau tidak sedap
  • Efek rumah kaca
  • Kerusakan alam
  • Makhluk hidup yang berada di air akan mati
  • Gangguan keseimbangan lingkungan hidup

Leave a Comment