Perjalanan ke Pesantren Sintesa

sintesaSaya yakin banyak diantara kalian yang belum tau apa itu pesantren sintesa. Emang apa sih itu pesantren sintesa? Pesantren sintesa adalah sebuah pesantren yang berfokus pada Al-Qur’an dan bisnis online.

Jadi di pesantren sintesa ini tidak hanya diajarkan tentang agama saja namun kita juga diajarkan bisnis online melalui teknik seo. Program-program di sintesa ini antara lain

  • Membangun website
  • Seo marketing
  • Social media marketing
  • Sholat wajib 5 waktu
  • Tahfidz Qur’an
  • Sholat dhuha setiap hari
  • Optimasi keyword
  • Menulis dengan baik
  • Mengasah skill backlink
  • Puasa Senin Kamis
  • Dzikir pagi petang

Itu dia gambaran program-program yang ada di pesantren sintesa. Untuk lebih lengkapnya bisa cek di websitenya langsung sintesa.net. Semoga anda juga berminat menimba ilmu di pesantren sintesa ini

 

Mendaftar di Sintesa

Saya melakukan di sintesa pada saat setelah idul fitri. Untuk tanggalnya saya kurang ingat. Jadi saya menulis lengkap formulir yang telah disediakan dan juga menulis tentang latar belakang keluarga dan harapan di sintesa.

Alhamdulillah, tanggal 4 Agustus 2016 nama saya tercantum sebagai pendaftar yang diterima di pengumuman sintesa. Jika anda juga ingin mendaftar di pesantren sintesa ini, anda bisa melakukan pendaftaran melalui link sintesa.net/pendaftaran. Pendaftaran biasanya dibuka setiap 6 bulan sekali.

 

Menyiapkan Perlengkapan untuk Tinggal di Pesantren Sintesa

Perlengkapan yang dibutuhkan lumayan banyak. Mulai dari Al-Qur’an, laptop, buku catatan, pakaian, peci, ijazah dan masih banyak lagi.

notebook
Ilustrasi (sumber: pixabay.com)

Saya siapkan terlebih dahulu barang-barang yang sudah dimiliki dan belanja barang-barang yang belum ada.

 

Membeli Pakaian

Beberapa hari sebelum berangkat menuju pesantren sintesa, saya dan orang tua saya belanja pakaian di citraland karena pakaian di rumah masih kurang. Di citraland saya beli baju dan celana untuk dipakai sehari-hari. Setelah belanja baju dan celana sehari-hari, saya dan orang tua saya makan di rumah makan.

Keluar dari citraland saya menuju ke toko pakaian muslim dan membeli peci yang menurut saya unik karena bisa dibalik-balik atau memiliki 2 sisi. Kurang lebih seperti ini bentuknya

Peci Unik (sumber: haidarcolection.blogspot.com)
Peci Unik (sumber: haidarcolection.blogspot.com)

Tadinya saya sebenarnya juga ingin sekalian membeli peci hitam khas Indonesia di toko ini, tapi setelah melihat harganya yang mencapai RP250.000 saya urungkan niat untuk membeli peci hitam khas Indonesia di toko pakaian muslim ini.

peci-hitam-khas-indonesia
Peci Hitam Khas Indonesia (sumber: koperasi.net)

 

Membeli Perlengkapan Lainnya

Setelah membeli peci unik di toko pakaian muslim tersebut, saya dan orang tua saya melanjutkan perjalanan ke pasar swayalan ADA yang berada di Jalan Setiabudi, Semarang. Di sini saya membeli pakaian muslim yang belum saya dapatkan di toko pakaian muslim yang saya kunjungi tadi. Selain membeli pakaian muslim saya juga membeli perlengkapan mandi, kaos oblong dan obat-obatan.

ada-pasar-swalayan-semarang
ADA Pasar Swalayan Semarang (sumber: panoramio.com)

Setelah belanja kebutuhan laiinya di pasar swalayan ADA, saya mampir ke toko obat-obatan herbal untuk membeli habbatussauda extra propolis trigona, peci khas Indonesia dengan harga yang lebih bersahabat dan celana cingkrang. Setelah itu saya pulang ke rumah setelah membeli semua perlengkapan yang kurang.

 

Memasukkan Semua Perlengkapan ke Dalam Tas

Setelah semua perlengkapan lengkap terkumpul, saya masukkan semua perlengkapan ke dalam 2 tas ukuran sedang. Tadinya saya ingin bawa satu koper saja. Tapi karena ukuran kopernya terlalu besar jadi saya pilih untuk memakai 2 tas saja untuk menempatkan perlengkapan-perlengkapan tersebut. Saya juga membawa tas punggung untuk menempatkan perlengkapan-perlengkapan kecil.

tas
Ilustrasi (sumber: pixabay.com)

 

Menuju Magetan

Tanggal 9 Agustus 2016 saya berangkat dari rumah sekitar jam 8 pagi menggunakan mobil avanza. Untuk jalan yang dilalui saya kurang hafal. Saya hanya mengikuti petunjuk dari bapak saya yang juga mendapat petunjuk dari aplikasi waze di hp androidnya.

Di perjalanan, kami mampir ke beberapa pom bensin untuk istirahat dan masjid untuk menunaikan shalat wajib.

 

Mampir ke Telaga Sarangan

telaga-sarangan
Telaga Sarangan (sumber: cahmagetan.com)

Sebelum sampai di pesantren sintesa, kami mampir sebentar ke Telaga Sarangan. Di sana kami naik perahu bermotor dengan biaya RP60.000 untuk satu putaran dan menikmati spageti yang ibu buat dari rumah.

 

Melanjutkan Perjalanan ke Pesantren Sintesa

Dari Telaga Sarangan, sekitar ½ – 1 jam akhirnya kami sampai di pesantren sintesa. Setelah sampai saya dan orang tua menurunkan barang-barang yang telah dibawa.

Lalu orang tua saya ngobrol-ngobrol sebentar dengan pemilik pesantren sintesa yaitu Mas Ibrahim Vatih kemudian orang tua saya pulang ke rumah dan menitipkan saya di pesantren sintesa ini.

2 thoughts on “Perjalanan ke Pesantren Sintesa

Leave a Comment