Rencana Saya Setelah Lulus SMK

logo smk bisa
sumber: smkn3tanjungbalai.sch.id

Sebelum menginjakkan kaki di Pesantren Sintesa, saya memiliki rencana-rencana lain selain ke Pesantren Sintesa. Menurut saya pilihan keputusan untuk melanjutkan ke mana itu lebih sulit setelah lulus SMK daripada setelah lulus SMP atau SD karena setelah lulus SD dan SMP saya tinggal memilih ingin sekolah di mana sedangkan setelah lulus SMK pilihan yang ada lebih banyak lagi.

 

Kuliah

book college
sumber: pixabay.com

Kebanyakan orang setelah lulus SMA/K pasti ingin kuliah. Termasuk juga teman-teman SMK saya menjadikan kuliah sebagai pilihan utama. Tapi tidak untuk saya. Yang justru saya jadikan pilihan utama setelah lulus SMK adalah bekerja karena saya ingin bisa kuliah dengan penghasilan saya sendiri.

Alhasil saya tidak mengikuti tes SNMPTN saat hampir dari semua teman di kelas saya mengikuti tes tersebut.

Dulu sih pernah punya impian kuliah di luar negeri setelah saya mengunjungi pameran pendidikan di Hotel Paragon Semarang. Di sana saya hanya tanya-tanya ke satu booth universitas yang bernama Macquarie University yang lokasinya berada di Australia. Yang membuat saya terkejut adalah biaya yang diperlukan untuk setahun kuliah disitu adalah 300 juta lebih. Itu pun belum termasuk biaya hidup.

Macquarie University
Macquarie University (sumber: biblioburbia.wordpress.com)

Kalo impian saya bukanlah kuliah di Macquarie University tapi kuliah di National University of Singapore yang katanya adalah universitas terbaik di Asia.

National University of Singapore
National University of Singapore (sumber: kcl.ac.uk)

 

Bekerja

ruang meeting kerja
sumber: pixabay.com

Kalo kebanyakan dari teman-teman saya menjadikan kerja sebagai pilihan kedua, saya justru menjadikan kerja sebagai pilihan pertama. Alasannya seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya kalau saya ingin kuliah dengan penghasilan sendiri.

Kerja Online

Semenjak saya menemukan situs-situs pekerjaann freelance seperti Upwork dan Freelancer, saya berkeinginan untuk bekerja lewat online saja karena dipikiran saya bekerja di situs freeelance itu sangatlah mudah. Tinggal pilih lowongan perkerjaan, tawar menawar, lalu kerjakan projeknya jika sudah deal dan dapat bayaran.

Upwork Freelancer
sumber: screenshotmonitor.com

Tapi ternyata tidak semudah ekspektasi. Dibutuhkan perjuangan layaknya mencari kerjaan offline karena banyak pekerja-pekerja profesional yang lebih besar mendapat peluang projek. Saya juga melihat susahnya bekerja di situs freelance setelah membaca cerita-cerita dari para freelancer Indonesia yang sudah sukses.

Kerja Offline

Karena sudah putus asa dengan peluang kerja online, saya mencari pekerjaan offline di situ Lowongan Kerja Semarang. Di situ saya mendapatkan lowongan kerja di Sale Stock Indonesia yang mempunyai kantor cabang di Jogja. Syarat yang dibutuhkan sudah semuanya saya miliki, akan tetapi minimnya gaji dan penempatan di luar kota yang membuat saya berpikir-pikir lagi.

Sale Stock Indonesia
Logo Sale Stock (sumber: www.hub.id)

Selain itu saya juga sempat mengunjungi bursa kerja di BBPLK Semarang tanpa membawa berkas-berkas apapun. Saya kesana bersama bapak saya dan yang saya lakukan hanyalah melihat-lihat lowongan kerja yang ada.

 

Antara Pondok Programmer dan Pesantren Sintesa

Inilah pilihan terakhir saya. Pilihan yang direkomendasikan oleh orang tua saya. Pertama kali saya tahu Pesantren Sintesa dari orang tua saya dan orang tua saya dapat informasi ini dari temannya melalui Whatsapp.

Karena saya suka programming, saya juga cari informasi tentang pondok pesantren lain seperti Sintesa tetapi yang mempelajari programming melalui Google dan ternyata ada di Jogja. Pondok pesantren itu bernama Pondok Programmer.

Saya dan orang tua pun melakukan survey di kedua tempat ini dan ternyata dua-duanya bagus sama-sama bagus. Pilihan tinggal saya yang menentukan. Mau ke Pondok Programmer atau Pesantren Sintesa.

Akhirnya Saya Memilih Pesantren Sintesa

Pesantren Sintesa
sumber: sintesa.net

Alasan saya memilih Pesantren Sintesa adalah karena saya ingin kuliah. Pertimbangan saya yang paling besar adalah jika Pesantren Sintesa hanya belajar 1 tahun sedangkan di Pondok Programmer lama belajarnya 3 tahun.

Saat pendaftaran, saya sangat berharap saya diterima di Pesantren Sintesa karena ini adalah harapan terakhir saya dan mau tidak mau saya harus segera mencari pekerjaan seadanya jika tidak diterima di Pesantren Sintesa ini.

Akhirnya saya diterima di Sintesa dan saya sangat bersyukur atas hal tersebut. Anda bisa melihat cerita perjalanan ke Sintesa.

1 thought on “Rencana Saya Setelah Lulus SMK

Leave a Comment